Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

SELASA, PEKAN BIASA XXIII

Kol 2:6-15;

Luk 6:12-19

Sebelum Yesus memilih 12 belas murid dari antara murid-murid-Nya yang selama ini mengikut Dia, Ia berdoa semalam-malaman kepada Allah. Pemilihan murid adalah hal yang serius, tidak boleh dibuat main-main. Pemilihan murid adalah untuk misi Yesus, oleh karenanya Yesus tidak memilih berdasarkan kriteria subyektif-Nya, melainkan Ia menyerahkan pemilihan itu kepada kedaulatan Allah Bapa di surga.

Selepas berdoa, Yesus mengumpulkan para murid-Nya, lalu memilih dua belas dari antara mereka untuk menjadi rasul-Nya. Rasul berarti ‘orang yang diutus untuk mewakili.’ Berarti, mereka adalah pilihan Allah bagi Yesus untuk mewakili Yesus dalam melaksanakan dan menggenapi rencana Allah di dalam dan melalui Yesus. Yesus memilih para rasul sesuai dengan kehendak Allah. Hal menarik yang Lukas sampaikan di sini adalah ia mencantumkan komentarnya mengenai Yudas Iskariot sebagai rasul yang kemudian mengkhianati Yesus. Apakah pemilihan Yesus salah? Tentu tidak, karena Allah-lah yang memilih melalui Yesus. Lalu, apa rencana Allah dibalik pemilihan Yudas Iskariot? Saat ini belum jelas. Akan tetapi, kita boleh yakin pada satu hal yaitu bahwa semua yang Allah rencanakan pasti untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Nya, termasuk pengkhianatan Yudas kelak menjadi jalan untuk kematian Kristus yang menyelamatkan itu.

Dalam hidup sehari-hari kita juga harus membuat suatu keputusan. Pertanyaannya adalah apakah kita menyertakan Tuhan dalam membuat keputusan itu? Seringkali kita tergesa-gesa dalam membuat keputusan. Keputusan yang kita buat kurang memperhitungkan campur tangan Allah. Kita lupa bahwa Allahlah yang mengatur hidup kita.  Kita lebih mengutamakan apa yang kita mau buka apa Tuhan kehendaki. Seperti yang dilakukan Yesus, sebelum mengambil keputusan lebih-lebih menyangkut untuk kepentingan banyak orang, kita harus tenang sejenak, mohon terang Roh Kudus sehingga keputusan tersebut berkenan dihadapan Allah. Injil hari ini meneguhkan kita bahwa rencana Allah adalah yang terbaik walaupun seringkali rencana itu sulit kita pahami. Mari kita serahkan segala perkara hidup seturut kehendak Allah.

Renungan oleh Shito Kadari.


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •