Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Kamis dalam Pekan Biasa XXIII, 9 September 2021, Tahun B/I.
Peringatan Fakultatif St. Petrus Klaver, Imam.

Dalam bacaan I (Kol 3:12-17) Rasul Paulus mengajak umat untuk mematikan segala sesuatu yang duniawi, menanggalkan manusia lama dengan perbuatan-perbuatan yang dilahirkannya (ay 5-10).Sebagai manusia baru umat, yang telah dikasihi dan diampuni, harus mempunyai belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan, kesabaran, dan pengampunan. Dalam kehidupan persekutuan, umat Allah diajak untuk saling mengasihi. Karena kasih adalah pengikat yang mempersatukan dan yang menyempurnakan (ay. 14).Rasul Paulus mengajak umat untuk bersyukur, saling mengajar dan menegur (ay.15-16). Akhirnya Rasul Paulus mengingatkan bahwa sebagai orang yang percaya kepada Yesus, maka segala sesuatu yang kita kerjakan, yang kita katakan itu hanya untuk Tuhan (ay. 17).

Dalam Injil (Mat 1:1-16.18-23) Yesus menyerukan satu perintah yang sulit diterima akal, yaitu kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu. Mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu (ay. 26-28). Perintah itu belum selesai karena masih dilanjutkan dengan perintah barangsiapa menampar pipimu yang satu, berikanlah juga kepadanya pipimu yang lain, dan barangsiapa yang mengambil jubahmu, biarkan juga ia mengambil bajumu. Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu. Dan sebagaimana kamu kehendaki supaya orang perbuat kepadamu, perbuatlah juga demikian kepada mereka (ay. 29-31). Alasan Yesus pun cukup jelas yaitu pertama: jikalau kamu mengasihi orang yang mengasihi kamu, apakah jasamu? Karena orang-orang berdosapun mengasihi juga orang-orang yang mengasihi mereka… kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka… maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat (ay. 30-34).Tegasnya: CARA hidup kita sebagai murid Kristus HARUS BERBEDA dengan CARA HIDUP orang lain yang belum mengenal Yesus. Dan alasan kedua, hidup murah hati, sama seperti Bapa yang adalah murah hati*. (ay. 35-38)

Bagaimana dengan Kita?
Permasalahannya: Hidup ini sulit. Di tengah kesulitan hidup ini, misal: lama menunggu tidak juga dapat pekerjaan, saat mencoba setia justru disakiti oleh seseorang, sedang menikmati pekerjaan tiba-tiba di PHK gara-gara pandemi covid-19,… dll.., tidak jarang kita jadi ikut-ikutan sulit untuk hidup memuliakan Tuhan.Maka jika kita sadar akan kecenderungan itu, setelah membaca Injil Lukas dan surat Paulus hari ini, dan jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan, hal apa yang bisa kita lakukan supaya kita tetap bisa hidup memuliakan Allah? St. Petrus Claver yang hari ini kita peringati dalam hidupnya mencoba mewujudkan perintah Yesus dan anjuran rasul Paulus dengan menghabiskan waktunnya menjadi pelayan para budak kulit hitam di Caryagena/Kolumbia dengan prinsip kita harus berbicara dengan mereka dengan tangan kita sebelum kia berusaha berbicara kepada mereka dengan bibir kita. Di saat kematiannya *banyak orang tersadar bahwa ternyata selama ini hidup mereka selalu disertai Yesus*.

Cara hidup kita bisa menjadi bukti bahwa Yesus adalah teman seperjalanan yang setia. Maka DALAM SITUASI SULIT SEKALIPUN, KHUSUSNYA DI MASA PANDEMI COVID-19 INI, TETAPLAH HIDUP MEMUIAKAN ALLAH.

Semoga. Tuhan memberkati. (*)

Renungan oleh:
Andi Kris


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •