Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Jumat 17 September 2021, Minggu Biasa XXIV Tahun B/1
Pesta Robertus Bellarmino
(1Timoteus 6:2-12; Mazmur 49:6-7; 8-9, 18-20; Lukas 8:1-3)9

Paulus mengajarkan kepada Timoteus  untuk melakukan tugas pelayanan dengan iman, taat dan setia kepada Allah. Paulus mendorong Timoteus untuk berani menghadapi tantangan pelayanan. “Ajarkanlah dan nasihatkanlah semuanya ini” 1Tim 6:2. Pengajaran yang benar dan nasehat-nasehat iman akan membantu pertumbuhkan dan perkembangan iman umat.  Pengajaran yang benar itu berasal dari Tuhan. Pengajaran-pengajaran itu diikuti oleh  sikap hidup yang benar dan kudus. Salah satunya adalah bijak dan cerdas mengelola dan memanfaatkan harta kekayaan dan uang. Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah,” 1Tim 6:8-9.

“Uang bukan segalanya, tetapi segalanya butuh uang”. Begitulah slogan para motivator dalam dunia finacial. Uang adalah benda mati namun bernilai, dan dapat digunakan sebagai alat transaksi apa saja. Manusia tidak mendapatkan sesuatu tanpa uang. Uang adalah penting, karena itu manusia hidup perlu uang. Namun, harus diingat bahwa hidup manusia itu bukan untuk uang. Keberadaan uang hanyalah sebatas alat untuk membantu agar semua urusan manusia semakin lancar.

Uang sifatnya netral. Uang tidak mempunyai pikiran, hati dan kehendak. Uang dapat difungsikan untuk apa saja tergantung dari orang yang memiliki uang itu. Uang bisa ditukar kemana saja dia tidak akan menolak. Uang adalah benda mati, tidak memihak, dan tergantung dari siapa yang menggunakan uang.  Oleh karena itu, yang menjadi sumber persoalan, bukan uang, tetapi si pemilik uang itu. “Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan,” 1Tim 6:9.

Cinta uang diatas segalanya akan berakibat fatal, karena tidak ada lagi ruang dan waktu untuk membagi cinta kepada yang lain. Cinta uang dapat menjadi akar munculnya kriminalitas dalam kehidupan manusia. Karena uang, kakak beradik saling membunuh, membegal, merampok, mencopet dll. Cinta uang diatas segalanya akan membuat manusia menjadi menderita. Banyak aksi kejahatan kemanusiaan muncul saat ini  ditimbulkan oleh uang dan kekayaan. “Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka,”1Tim 6:10.

Bacaan hari ini menyadarkan kita agar bertobat dari cara hidup cinta uang atau men-tuhan-kan uang. Kita harus menyadari bahwa uang adalah berkat Tuhan yang patut kita syukuri. Kita belajar dari nasehat Paulus kepada Timoteus, “Asal ada makanan dan pakaian, cukuplah, “1Tim 6:8. Berapa pun kekayaan kita, uang kita peroleh dari hasil kerja kita adalah berkat, yang penting diikuti rasa cukup dan membuat kita beryukur. Apapun pekerjaan kita, hendaknya dilakukan dengan benar dan penuh rasa syukur. Kita bekerja dan mendapatkan uang dengan penuh kejujuran dan hidup takut akan Tuhan. Nasehat Yesus kepada kita adalah “Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah” Mat 22:21. Uang memang penting tapi bukan segalanya. Oleh karena itu, jangan menjadikan harta dan uang menjadi tuan atas hidup kita. “Mereka yang percaya akan harta bendanya, dan memegahkan diri dengan banyaknya kekayaan mereka? Tidak seorang pun dapat membebaskan dirinya, atau memberikan tebusan kepada Allah ganti nyawanya, karena terlalu mahal harga pembebasan nyawanya, dan tidak memadai untuk selama-lamanya – supaya ia tetap hidup untuk seterusnya, dan tidak melihat lobang kubur”Mzm 49:7-10. (*)

Renungan oleh:
RD Jose Anting


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •