Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Sabtu dalam Pekan Biasa XXIV
Tanggal 18 September 2021, Tahun B/I.
Bacaan :
1 Timotius Bab 6 : ayat 13 –  ayat 16
Mazmur Tanggapan : 100:2.3.4.5
Bacaan Injil :
Lukas Bab 8 : ayat 4 – ayat 15

Yesus memakai cerita sehari-hari atau perumpamaan untuk membuat orang banyak paham akan rahasia Kerajaan Allah. Benih itu ialah firman Allah. Ada empat jenis tanah tempat benih itu jatuh: pinggir jalan. tanah berbatu tanah penuh semak duri, dan tanah yang baik. Tafsir atas perumpamaan ini adalah:  benih yang jatuh di pinggir jalan menunjuk kepada orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Surga tetapi tidak mengerti, sehingga kemudian dirampas oleh si jahat. Benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu menunjuk kepada orang yang mendengar dan menerima firman itu dengan gembira tetapi tidak berakar, sehingga tahan sebentar saja. Benih yang jatuh di tengah semak duri adalah orang yang mendengar firman tetapi kekhawatiran dan tipu daya mengimpitnya sehingga tidak berbuah. Benih yang jatuh di tanah yang baik ialah orang yang mendengarkan firman itu dan mengerti, sehingga menghasilkan buah berlipat ganda. Jadi, perumpamaan ini rupanya berbicara tentang tanggapan atas Kerajaan Allah yang diwartakan dan diajarkan Yesus.

Lalu bagaimana tanggapan kita: Di posisi mana  kita dalam perumpamaan tersebut? Kita ini adalah benih yang jatuh di pinggir jalan atau di tanah yang berbatu-batu atau di tengah semak duri atau di tanah yang subur? Semoga kita termasuk dalam kategori tanah yang subur, yakni orang-orang yang tekun mendengarkan firman Tuhan, memahaminya, serta menghasilkan banyak buah karena menghayatinya dalam kehidupan sehari-hari.

Nasihat Paulus kepada Timotius menjadi contoh bagaimana tanah yang subur dapat kita upayakan. Sebagai pemimpin jemaat,  Timotius  diharapkan  menjadi saksi setia Kristus dan Injil, seperti Yesus yang telah menujukkan kesaksian-Nya dengan setia di hadapan Pilatus. Pelayanan Timotius yang setia, tekun dan sepenuh hati dan kesaksian Timotius yang  teguh dan berani dapat mempengaruhi jemaat untuk senantiasa percaya dan setia walaupun pada saat yang sulit. Buah-buah iman ini dapat dilakukan jika Timotius mampu menjadikan iman jemaat sebagai tanah yang subur. Paulus menekankan jika itu yang dilakukan maka Timotius akan berjumpa dengan Yesus yang mulia dan juga menghantar jemaat pada hal yang sama. (*)

Renungan oleh:
S
hito Kadari


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •