Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

RENUNGAN Minggu, 19 September 2021
Bacaan :
1. Keb. 2:12.17-20

2. Yak 3:16-4:3
3. Mrk 9:30-37

Hidup itu seperti perputaran roda. Kadang di atas, kadang di bawah. Saat di atas banyak orang mengelilinginya, sebaliknya  ketika di bawah, mereka pergi meninggalkaan. Saat di atas orang merasa terhormat, bangga dan bahagia, apalagi banyak orang yang siap melakukan perintahnya; sehingga orang berusaha mempertahankan jangan sampai berputar ke bawah. Orang disekelilingnya yang mendapatkan keuntungan dengan posisinya, akan memperlakukannya bak seorang dewa.

Saat bersama Yesus, para murid merasa sedang berada di atas. Dapat dipahami bahwa dalam perjalanan bersama Yesus, mereka membicarakan, siapa di antara mereka  yang paling atas, yang pantas menggantikan posisi Yesus di kemudian hari, sebuah posisi paling terhormat menurut pikiran mereka.

Tuhan Yesus meluruskan cara berpikir mereka. Yang pantas berada di paling atas, adalah mereka yang siap berada di paling bawah. Hal itu pulalah yang dijalani oleh Yesus. Ia yang sejak semula bersama Allah dalam kemuliaan-Nya, menjadi manusia, menderita dan wafat dengan cara yang paling hina, untuk kembali dalam kemuliaan-Nya. Selama hidup-Nya di dunia pun Ia selalu bergaul dan bersama orang-orang ‘bawah’  Dengan ihklas Dia memperhatikan semua yang di bawah, berusaha mengangkat  dan menyelamatkan mereka, bukan hanya demi kebahagiaan hidup  di dunia tetapi sampai kehidupan kekal.
Mengingkari prinsip ini, akan membuat yang di atas menjadi petaka bagi yang di bawah dan kehancuran bagi semuanya.  (Yak.4:2-3)

Tentu saja tidak salah jika seseorang menginginkan posisi atas, baik dalam pekerjaan ataupun jabatan tertentu.  Yang terpenting bagaimana semua itu dijalani demi melayani banyak orang, bukan hanya untuk diri dan kelompoknya saja. (*)

Renungan oleh :
Ign. Sumardi


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •