Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Minggu Biasa Pekan XXVI.
Tanggal 26 September 2021

Bacaan :
Bilangan 11 : 25-29. Mzm 19 : 8. 10. 12-13. 14. Yakobus 5 : 1-6. Markus 9 : 38-43. 45. 47-48.

Saudara-saudari Umat Paroki Katedral Santo Yosef yang terkasih : Salam Komunio!
Memasuki hari ke-26 pada Minggu, Pekan Biasa XXVITahun Liturgi B/I ini, yang juga merupakan Hari ke-26 Bulan Kitab Suci Nasional ini, Firman Tuhan mengajak kita untuk merenungkan tentang berbagai kasih-karunia dan rahmat yang Tuhan sediakan bagi kita, berikut tentang bahaya yang dapat saja muncul dari pengelolaan semua pemberian Tuhan tersebut. Demikian ada Warta tentang Roh Kenabian (Bilangan 11 : 25-29), tentang pentingnya memperhatikan dan melaksanakan Hukum-hukum Tuhan (Mazmur 19 : 8. 10. 12-13. 14), tentang bahaya kekayaan (Yakobus 5 : 1-6) dan tentang kuasa mengisir setan dalam Nama Yesus, (Markus 9 : 39-43. 45. 47-48).

Dalam Renungan ini,kita akan konsentrasi untuk merenungkan sejumlah sikap berikut klaim yang muncul, misalnya dari Yoshua, dari Pemazmur, dari Rasul Yakobus dan dari para murid Yesis Kristus di dalam Injil. Point-point ini akan kita gunakan sebagai ‘titik berangkat’ untuk mengatur langkah-langkah hidup kita terkait tugas-perutusan kita sepanjang BKSN sepanjang September 2021 ini, yakni menjadikan Yesus Kristus sebagai sahabat seperjalanan kita!

Ketika menyaksikan bahwa Tuhan Allah mengambil sebagian dari ‘roh kenabian Musa’ dan membagi-baginya kepada ke-72 tua-tua bangsa Yahudi, termasuk Eldad dan Medad, Yoshua meminta kepada meminta kepada Musa untuk mencegah pembagiantersebut. Namun Musa menjawab dengan semacam doa, yang mengharapkan supaya roh kenabian itu diberikan Tuhan kepada seluruh umat-Nya, (Bilangan 11 : 28-29). Sikap yang serupa, terjadi juga pada para murid Yesus, ketika mereka mengetahui bahwa ada orang yang bukan murid Yesus, tetapi mengusir setan dengan nama Yesus, (Markus 9 : 38-41).

Dalam Mazmur Tanggapan, Pemazmur menyerahkan diri kepada Tuhandan berdoa dengan intensi untuk mohon pertolongan Tuhan agar membebaskan dari kesesatan (Mzm 19 : 8. 10. 12-13). Salah satu kemungkinan untuk terjadinya penyesatan, di mana hati orang dapat dibelokkan dari Allah dan dari sesama adalah kekayaan, jikalau kekayaan tersebut tidak dikelola dengan tepat dan bijaksana (Yakobus 5 : 1-6).

Menggunakan Bacaan-bacaan Firman Tuhan pada Minggu ini sebagai ‘titik berangkat,’ ada beberapa catatan terkait tugas-perutusan kita menghadirkan Yesus sebagai Sahabat Seperjalanan bagi kita maupun bagi sesama kita, berikut ini ada beberapa catatan :

Pertama, bahwa sikap yang ada pada Yoshua terhadap ‘roh kenabian Musa’ dengan klaim bahwa roh itu hanya terikat dengan pribadi Musa adalah sikap yang tidak tepat.  Begitu juga sikap para murid terhadap kuasa pengusiran setan dalam Nama Yesus dengan klaim bahwa kuasa dalam Nama itu seolah-olah merupakan milik khusus para murid Yesus, adalah juga sikap yang juga tidak tepat!

Kedua : koreksi yang dilakukan Musa terhadap klaim Yoshua berikut sikap Yoshuaplus koreksi yang dilakukan Yesus terhadap klaim berikut tindakan para murid-Nya, menunjukkan bahwa baik Musa maupun Yesus tidak mengurung berbagai karunia dan kuasa yang diberikan Allah hanya untuk diri mereka sendiri. Musa dan Yesus menunjukkan kepada kita bahwa karunia-karunia apapun yang diberikan Allah kepada kita, diberikan sebagai BERKAT : pertama-tamauntuk kita sendiri, tetapi juga melalui kita, semua pemberiantersebut harus juga menjadi berkat bagi sesama kita.

Ketiga : doa Pemazmur supaya dijauhkan dari bahaya kesesatan hendaknya menjadi doa kita juga. Terutama ketika kita berhadapan dengan harta kekayaan. Kiranya seperti Musa, yang oleh pertolongan Allah, mau berbagi roh kenabian-nya dengan ke-72 tua-tua bangsa Israel (Bilangan 11 : 29), atau seperi Tuhan kita Yesus Kristus, yang memberikankuasa Nama-Nya kepada orang yang bukan murid-Nya untuk membebaskan orang dari cengkeraman roh jahat (Markus 9 : 39-41), demikian kekayaan yang diberikan kepada kita hendaknya menjadi BERKAT bagi kita dan bagi sesama kita. Tidak kita kurung untuk diri kita sendiri saja!!!

Saudara,ketika mengurung berbagai karunia dan pemberian Tuhan, baik yang rohani maupun yang jasmani,termasuk harta-kekayaan, hanya untuk diri kita sendiri saja, ‘kita bisa saja sesat dan tidak menjadi berkat bagi orang lain’, ada kemungkinan juga bahwa kita ‘bisa  menyimpang dari apa yang ditunjukkan oleh Musamaupun oleh Yesus’, dan dengan itu, kita bisa menjadi ‘tidak mampu’ untuk menghadirkan Yesus Kristus sebagai ‘Sahabat Seperjalanan’ bagi kita dan bagi sesama. Terima kasih Tuhan Yesus, untuk berbagaiberkat dan kasih karunia-Mu, yang Engkau alirkan kepada kami lewat orang-orang yang Engkau untus untuk menjumpai kami sepanjang hidup dan karya kami. Amin! (RMG).

Renungan oleh:
RD Marcel Gabriel


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •