Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Renungan Harian, Selasa 28 September 2021, Minggu Biasa XXVI, Tahun B/1
(Zakharia 8:20-23; Mazmur 87:1-3,4-5,6-7; Lukas 9:51-56)

Yerusalem telah menjadi kota kudus dan saksi sejarah keselamatan Allah bagi bangsa manusia. Yerusalem itu seperti magnet yang menarik perhatian dunia dan mampu mendatangkan jutaan orang setiap tahun untuk berziarah ke Yerusalem. Nubuat para nabi, termasuk Zakharia, tentang Yerusalem terbukti nyata sampai hari ini, bahwa akan datang banyak orang dari berbagai suku ke Yerusalem.  “Masih akan datang lagi bangsa-bangsa dan penduduk banyak kota. Dan penduduk kota yang satu akan pergi kepada penduduk kota yang lain, mengatakan: Marilah kita pergi untuk melunakkan hati Tuhan dan mencari Tuhan semesta alam! Kami pun akan pergi!” Za 8:20-21. Kata melunakkan dalam ayat ini berati datang untuk bertobat kembali kepada Allah pencipta alam semesta. Semua orang akan datang mencari wajah Tuhan. Allah telah memberikan kebebasan kepada masing-masing orang untuk memilih jalan hidupnya, namun Allah tidak membiarkan seorang pun jatuh dalam dosa dan kehilangan kesempatan untuk mendapatkan rahmat Tuhan.

Tuhan mempersiapkan Yerusalem, yakni umat Israel, menjadi panutan bagi bangsa-bangsa lain. Oleh karena itu, mereka harus memancarkan kasih Allah kepada bangsa-bangsa lain. UmatIsrael yang mendiami Yerusalem harus setia menjadi pelaku firman Allah.Yerusalen akan menjadi berkat jika hidup seturut perintah Allah. Mereka akan berbuah banyak dan harum namanya di antara bangsa lain. Kehebatan dan kemahakuasaan Allah Israel akan terus diperbincangkan. Allah  akan menjadi buah tutur dan dicari bangsa lain. Inilah yang disebut berbuah ranum berlipat ganda. Sehingga, bangsa lain pun ingin ikut serta menikmatinya.“Pada waktu itu sepuluh orang dari berbagai-bagai bangsa dan bahasa akan memegang kuat-kuat punca jubah seorang Yahudi dengan berkata: Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!” Za 8:23.

Kita adalah murid-murid Yesus pewarta dan sekaligus pelaku Firman. Kita dituntut memiliki daya pikat atau magnet bagi orang yang haus dan lapar akan kebenaran yang telah kita peroleh dari Tuhan. Kita telah mendapatkan berkat dan rahmat dari Tuhan,  maka kita pun memiliki sikap kerelaan untuk berbagi kepada yang lain. Kita harus menjadi terang dan garam di lingkungan sekitar kita.  Mewartakan Injil Tuhan yang lebih efektif adalah melalui kesaksian hidup kita.Menjadi murid Yesus adalah menjadi Yerusalem-Yerusalem kecil yang selalu menampakan wajah Allah yang penuh rahim: solider dan pedulidengan banyak orang.Kami mau pergi menyertai kamu, sebab telah kami dengar, bahwa Allah menyertai kamu!” Za 8:23. (*)

Renungan oleh:
RD Jose Anting


Share
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •