IDENTITAS UMAT ALLAH

KEUSKUPAN PANGKALPINANG

VISI

“Umat Allah Keuskupan Pangkalpinang, dijiwai oleh Allah Tritunggal Mahakudus, bertekad menjadi Gereja Partisipatif “

MISI

“Membangun Komunitas Basis Gerejawi yang inklusif, dialogal, berakar pada iman dan ajaran Gereja, peduli terhadap lingkungan hidup, profetis, berpihak pada yang miskin, transformatif, kekeluargaan, dan memberdayakan”

SPIRITUALITAS

“Spiritualitas Kemuridan: Trinitaris dan Hamba Allah”

Laetentur Insulae Multae

SEJARAH GEREJA KATEDRAL

sejak berdiri hingga kini

PASTOR STASI

Rm. Benedictus Bakker, SSCC

Rm. Benedictus Bakker, SSCC

Mei 1931 – 1939

Rm. Fred Alberse, SSCC

Rm. Fred Alberse, SSCC

1940 – 1942

PERANG DUNIA II (PENDUDUKAN JEPANG)

Rm. M.J. Boen Thiam Kiat, Pr (Pro Prefek)

Rm. M.J. Boen Thiam Kiat, Pr (Pro Prefek)

1942 – 1946

SETELAH PERANG DUNIA II

Rm. Fred Alberse, SSCC

Rm. Fred Alberse, SSCC

1947 – 1951

Rm. Mario Johanes Boen Thiam Kiat, Pr

Rm. Mario Johanes Boen Thiam Kiat, Pr

01 Jul. 1951 – 03 Jan. 1961

PASTOR PAROKI

Rm. Mario Johanes Boen Thiam Kiat, Pr

Rm. Mario Johanes Boen Thiam Kiat, Pr

03 Jan. 1961 (berdirinya heirarki) - 1961

Rm. Ireneus Lambregts, SSCC

Rm. Ireneus Lambregts, SSCC

1961 - 1972

Rm. Jan Wouters, SSCC

Rm. Jan Wouters, SSCC

1972 – 1977

Rm. Martin Irawan, SSCC

Rm. Martin Irawan, SSCC

01 Mar. 1979 – 06 Jun. 1982

Rm. Stefanus Endrokaryanto, SCJ

Rm. Stefanus Endrokaryanto, SCJ

06 Jun. 1982 – Apr. 1991

Rm. Martin Irawan, SSCC

Rm. Martin Irawan, SSCC

09 Apr. 1991 – 30 Apr. 1992

Rm. Marcel Gabriel, Pr

Rm. Marcel Gabriel, Pr

01 Mei 1992 – 30 Apr. 1993

Rm. FX Hendrawinata, Pr

Rm. FX Hendrawinata, Pr

01 Mei 1993 – 30 Apr. 2000

Rm. Markus Agus Tarnanu, Pr

Rm. Markus Agus Tarnanu, Pr

01 Mei 2000 – 13 Mei 2007

Rm Petrus Sunarto, Pr (Gandung)

Rm Petrus Sunarto, Pr (Gandung)

13 Mei 2007 – 31 Jul. 2010

Rm. Fransiskus Tatu Mukin, Pr

Rm. Fransiskus Tatu Mukin, Pr

01 Agt. 2010 – 30 Apr. 2015

Rm. Lucius Poya Hobamatan, Pr

Rm. Lucius Poya Hobamatan, Pr

01 Mei 2015 – 13 Mei 2018

Rm. Laurensius Yustinianus Ta’Laleng, Pr

Rm. Laurensius Yustinianus Ta’Laleng, Pr

13 Mei 2018 – Sekarang

Catatan Perjalanan Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang

Katedra zaman Uskup Mgr Gabriel vd Westen SS.CC.

(DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

 

Periode Prefektur Apostolik Banka e Biliton (1923 s.d. 1951)

        Paroki St.Yosef Pangkalpinang dapat dikatakan berdiri pada awal Mei 1931. Dimulai pada saat pemindahan Pusat Prefektur Apostolik Banka e Biliton dari Sambong ke Pangkalpinang, maka Stasi Pangkalpinang dijadikan sebagai Stasi Induk, tempat kedudukan Prefek Apostolik Banka e Biliton yang saat itu dijabat Mgr. Vitus Bouma SSCC.

        Meski baru diresmikan sebagai stasi dengan imam menetap tahun 1931, Pangkalpinang sudah dilayani sejak 70 tahun sebelumnya, dari Sungaiselan di zaman Pastor Langenhoff. Tanggal 28 Desember 1863 Pastor Lengenhoff telah memberkati sebuah kapela di Pangkalpinang dengan nama pelindung St. Yosef. Komunitas umat Katolik Tionghoa Pangkalpinang-lah yang mengambil inisiatif mendirikan kapela tersebut. Dalam perjalanan sejarah, kapela dan tanahnya dijual karena umat semakin sedikit.

         Pada tahun 1928 Mgr Vitus Bouma SSCC telah berhasil membeli sebidang tanah di tepi Sungai Rangkui, Pangkalpinang sebagai rencana untuk pembangunan Pusat Prefektur Apostolik Banka e Biliton. Tahun 1930 dibangun gedung misi dua lantai untuk kediaman para pastor, sekolah dan kapel sementara. Bangunan ini selesai tahun 1931  (sekarang gedung tersebut menjadi SD Budi Mulia-red). Kapel sementara dalam gedung itu diberkati pada tanggal 24 Mei 1931. Sebagai pastor kepala saat itu diangkat Pastor Benedictus Bakker, SSCC.

        Tanggal 05 Agustus 1934 Mgr. Vitus Bouma SSCC  membangun Gereja St Yosef Pangkalpinang yang baru. Pintu gereja menghadap Jalan Trem (pasar burung Pangkalpinang saat ini-red). Gedung itu sudah dibongkar dan lokasi saat ini adalah pastoran sekarang.

         Tahun 1940 Pastor Fred Alberse SSCC menjadi Pastor Kepala Pangkalpinang menggantikan P. Bakker SSCC yang pindah ke Muntok. Tanggal 10 April 1942 para misionaris yang ada di Pulau Bangka ditahan di penjara oleh pendudukan Jepang. Prefek Apostolik Mgr Vitus Bouma SSCC dan Pastor Kepala Pangkalpinang Pastor Alberse SSCC ikut dipenjara.

        Pastor Mario Johanes Boen Thiam Kiat, Pr yang biasa disapa Pastor Boen saat itu  tidak ditahan Jepang karena bukan orang Belanda. Ia adalah satu-satunya pastor yang melayani seluruh umat di Pulau Bangka hingga perang dunia kedua usai tahun 1946. Pastor Boen dibantu Bruder Angleus Manopo BM, juga seorang calon suster Tionghoa yang masa postulatnya terhenti semasa perang yakni Sdri. Angelina yang kelak menjadi Suster Angelina, KKS.

         Akibat penahanan Jepang, Mgr Vitus Bouma SSCC meninggal di camp tahanan Belalau, Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, tanggal 19 April 1945, dan juga Pastor Benedictus Bakker SSCC meninggal di Camp Belalau,14 Juni 1945.

        Pastor Kepala Pangkalpinang sebelum perang, Pastor Alberse SSCC setelah selamat dari camp tahanan Jepang pergi cuti ke Belanda. Sepulang dari cuti November 1947 diangkat kembali sebagai Pastor Kepala Pangkalpinang.  

Ruang pengakuan dosa

(DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG REPRO FENNIE)

 

 Periode Vikariat Apostolik Pangkalpinang (1951 s.d. 1961)

        Pada tanggal 08 Februari 1951 Prefektur Apostolik Banka e Biliton diubah statusnya menjadi Vikariat Apostolik Pangkalpinang. Yang dipilih Tahta Suci menjadi Vikaris Apostolik adalah Pastor Gabriel van der Western SSCC yang saat itu menjabat sebagai Pastor Kepala Stasi Tanjungpinang.

         Tanggal 20 Mei 1951 diadakan tahbisan Uskup bagi Vikaris Apostolik Mgr van der Western SSCC di Pendopo sekolah Budi Mulia, Pangkalpinang.

         Tahun 1951 Pastor Alberse SSCC pindah ke Belitung. Ia digantikan oleh Pastor Boen sebagai Pastor Kepala Pangkalpinang yang menjabat hingga tahun 1961.

        Tahun 1959 gedung Katedral St. Yosef Pangkalpinang selesai di bangun dan diadakan pemberkatan secara meriah. Katedral tersebut di mana terletak Katedra (Tahta Uskup-red) saat ini masih dipergunakan oleh umat Katolik.

Gereja Katedral St. Yosef, Pangkalpinang diambil dari lantai atas.

(DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG REPRO FENNIE)

 


Periode Keuskupan Pangkalpinang (1961 s.d. sekarang)

        Dengan didirikannya Keuskupan Pangkalpinang oleh Tahta Suci pada tanggal 03 Januari 1961, Stasi Santo Yosef berubah menjadi Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang. Sebagai pastor paroki pertama ialah Pastor Mario Johanes Boen Thiam Kiat, Pr atau lebih dikenal sekarang dengan nama Pastor Mario John Boen.

         Hingga saat ini, banyak ornamen dalam gedung Gereja Katedral St. Yosef Pangkalpinang masih dipertahankan seperti semula. Ruang pengakuan dosa masih tetap sama, loteng dan deretan kursi umat masih sama, Patung Santo Yosef dan Santa Maria di samping panti imam pun masih yang dulu. Hanya bangku berlutut untuk komuni di sekitar panti imam dibongkar. Juga Katedra Mgr van der Westen SSCC sudah diganti.

         Sejak Desember 2019 interior pada panti imam dipercantik dengan mozaik Santo Yosef dan Bunda Maria serta lambang Roh Kudus. (Sumber: Dok. Keuskupan Pangkalpinang)

Penulis : caroline_fy

Editor : RD Fx. Hendrawinata

Transformasi Gereja St. Yosef Menjadi Gereja Katedral St. Yosef

Situasi bagian dalam Gereja St. Yosef pertama tahun 1953.

(DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

 

PANGKALPINANG, KATEDRALPANGKALPINANG.COM – Tak banyak yang mengetahui bahwa sebelum berdirinya Gereja Katedral St. Yosef Pangkalpinang yang sekarang, gereja pertama St. Yosef menempati lokasi di mana saat ini berdiri gedung pastoran. Pastor FX Hendrawinata Pr, saksi sekaligus pelaku sejarah perjalanan keuskupan ini  tak segan membagikan banyak informasi demi karya pewartaan dan hal-hal yang kiranya perlu untuk diketahui generasi penerus. Imam Diosesan kedua Keuskupan Pangkalpinang ini bercerita dulu pintu utama gereja lama St. Yosef Pangkalpinang menghadap Jalan Trem (pasar buah/burung saat ini-red).

“Bangunan Ramayana saat itu belum ada. Dulu masih berupa lapangan bola. Baru belakangan menjadi terminal dan kemudian zaman Walikota Zulkarnain Karim menjadi pusat perbelanjaan,” ujar imam yang sempat 20 tahun menjadi Vikaris Jenderal (Vikjen) pada masa kepemimpinan Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Hilarius Moa Nurak SVD.

Suasana sekitar Gereja St Yosef Pangkalpinang yang pertama, saat Gereja Katedral St. Yosef sekarang belum berdiri. Sisi kanan masih berupa lapangan bola, yang sekarang berdiri bangunan Ramayana.

(DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

 

Berdasarkan buku petunjuk pastoral Keuskupan Pangkalpinang, Mei 1931 ditetapkan sebagai tanggal pendirian Paroki Katedral St. Yosef Pangkalpinang yang saat itu disebut dengan istilah “Stasi Pusat Prefektur”, seiring dengan pemindahan kedudukan pusat Prefektur Apostolik Banka e Biliton dari Sambong ke Pangkalpinang.

“Saat itu gereja belum ada, maka untuk ibadat dan perayaan Ekaristi menggunakan salah satu ruang lantai pertama gedung dua tingkat yang selesai dibangun tahun 1931 di pinggir Sungai Rangkui (saat ini menjadi gedung SD Budi Mulia-red),” ujar Pastor Hendra.

            Gereja St. Yosef sendiri mulai dibangun tahun 1933. Gereja ini diberkati Prefek Apostolik Banka e Biliton, Mgr Vitus Bouma SSCC pada 05 Agustus 1934 dengan Pastor Kepala Stasi ditunjuk Pater Benedictus Bakker SSCC. Di gereja St. Yosef ini, Mario Yohanes Boen Thiam Kiat, Pr (yang oleh warga Bangka biasa menyapa dengan sebutan Pastor Boen-red) ditahbiskan pada tanggal 25 April 1935 oleh Vikaris Apostolik Padang, Mgr Mathias Brans OFM Cap.

Tahbisan Pastor Boen di Gereja St. Yosef Pangkalpinang yang pertama. Pojok kanan bawah: Pastor Boen bersama adiknya (dua dari kanan) yang baru usai dibaptis oleh sang kakak.

(DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

 

“Pastor Boen merupakan putra Bangka yang menjadi imam diosesan pertama Indonesia,” ujar imam yang kini memasuki usia 71 tahun ini.

Mgr Gabriel vd Westen SSCC berada di Panti Imam Gereja St. Yosef Pangkalpinang yang pertama.

(DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

 

Seiring perkembangan waktu, Gereja St. Yosef lama sempat dipergunakan sebagai Kapela Biara Suster menyusul sudah berdirinya Gereja St. Yosef baru, yang dibangun tahun 1958. Biara suster ini (masih suster Belanda-red) sudah sejak tahun 1938 berlokasi di belakang Gereja St. Yosef yang lama. Biara ini kemudian kelak menjadi novisiat Suster KKS.

Pekerja membongkar Gereja St Yosef pertama tahun 1997 dengan latar belakang Gereja Katedral St Yosef yang sekarang. Foto diambil dari sisi Jalan Trem, Pangkalpinang

(DOK. BERKAT JUNI 1997/REPRO/FENNIE)

 

Sewaktu rumah pastoran dan Keuskupan yang sejak tahun 1938 berlokasi di Jalan Kampung Jelutung (Jalan Solihin GP sekarang-red) pada tahun 1972 pindah ke novisiat KKS Jalan Gereja (sebelah Katedral sekarang-red), bangunan gereja lama dijadikan Ruang Pertemuan Paroki sampai dibongkar pada tahun 1997 untuk membangun pastoran dua tingkat yang baru. Pastoran lama juga kemudian dibongkar dan di lokasi itu dibangun Gedung Mario John Boen sekarang.

Tampak depan Gereja St. Yosef Pangkalpinang usai diresmikan tahun 1959.

(DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

 

Cathedra Pertama Milik Mgr. Gabriel vd Westen, SSCC

Gereja Katedral St Yosef yang menempati lokasi saat ini memiliki bangunan dan interior yang sebagian besar masih sama seperti saat awal berdiri. Gereja Katedral St. Yosef Pangkalpinang ini diresmikan tahun 1959 oleh Mgr Gabriel van der Westen SS.CC, Vikaris Apostolik Pangkalpinang.

Gereja St Yosef ini baru pada Januari 1961 secara resmi disebut Gereja Katedral yaitu sejak Vikariat Apostolik Pangkalpinang dijadikan Keuskupan Pangkalpinang. Sebagai tanda kehadiran seorang uskup di keuskupannya, dilambangkan adanya Tahta Uskup yang disebut Cathedra.

Maka gereja di mana memiliki Tahta Uskup (Cathedra) disebut Katedral. Karena Pangkalpinang merupakan pusat keuskupan, maka Tahta Uskup ini diletakkan di Gereja St. Yosef Pangkalpinang dengan sebutan resmi Katedral St. Yosef Pangkalpinang.

Pentahtahan Mgr Gabriel vd Westen SSCC sebagai Uskup Keuskupan Pangkalpinang didampingi Pastor Boen (kanan Uskup) dan Pater Lambregts, SSCC.

(DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

 

Pertama kali Tahta Uskup dipakai secara resmi pada tanggal 17 September 1961 di Katedral St. Yosef saat kepemimpinan Mgr. Gabriel vd Westen SSCC. Dalam moment sebuah upacara meriah, Mgr. Gabriel vd Westen SSCC dikukuhkan menjabat sebagai Uskup Keuskupan Pangkalpinang.

Upacara pentahtahan Mgr Gabriel vd Westen SSCC sebagai Uskup Keuskupan Pangkalpinang di Gereja Katedral St. Yosef Pangkalpinang, September 1961.

(DOK. KEUSKUPAN PANGKALPINANG/REPRO/FENNIE)

 

Ia sudah menerima tahbisan uskup, sebagai uskup titular Keuskupan Bladia pada tanggal 20 Mei 1951 di aula SD Budi Mulia Pangkalpinang. Tahta Uskup/Cathedra kedua mulai digunakan oleh Mgr Hilarius Moa Nurak SVD pada tahun 1987 dan Cathedra ketiga oleh Mgr Adrianus Sunarko OFM pada September 2017.

Uskup ketiga Keuskupan Pangkalpinang, Mgr Adrianus Sunarko, OFM memberi salam dari Tahta Uskup (Cathedra) di Gereja Katedral St. Yosef, Pangkalpinang, Juli 2020.

(KATEDRALPKPSEPTIANTO)

 

Berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI No. PM.13/PW.007/MKP/2010 yang ditandatangani Menteri Kebudayaan dan Pariwisata RI, Ir. Jero Wacik SE, Gereja Katedral St. Yosef Pangkalpinang ditetapkan sebagai satu dari 15 cagar budaya Pulau Bangka. Sebagai cagar budaya, bangunan yang ada wajib untuk dilestarikan, yang mana bentuk asli dari bangunan tersebut tidak boleh diubah. (katedralpkp)

 

Penulis : caroline_fy

Editor : RD FX Hendrawinata